Di lantai dasar gedung penjualan tiket PT Pelni, Kemayoran, Jakarta, seorang prajurit keluar dari mobil. Dia langsung memanjat gedung menggunakan tali yang dijatuhkan dari atas, kemudian masuk melalui jendela di lantai enam.
Adegan tersebut merupakan latihan Operasi Intelijen Kontraterorisme yang dilakukan Staf Pengamanan Kepala Staf TNI Angkatan Laut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Latihan operasi intelijen kontraterorisme oleh TNI AL di Gedung Pelni, Jakarta. (CNN Indonesia/Prima Gumilang) |
Komandan Latihan Kolonel Dedy Kalimana mengatakan, latihan kali ini mengantisipasi berbagai kemungkinan terburuk, seperti pembajakan kapal dan penyanderaan, termasuk aksi terorisme yang terjadi di laut.
“Satu merupakan aksi khusus pembebasan di darat, dan satu lagi penyergapan perompak di laut, di kapal tanker," kata Dedy.
Latihan operasi intelijen kontraterorisme TNI Angkatan Laut di Jakarta. (ANTARA/M Agung Rajasa) |
Tahun ini latihan operasi intelijen terpadu berlangsung 15-18 Desember di Megamendung, Bogor, Jawa Barat. Kegiatan ini diikuti oleh 75 personel, di antaranya 20 anggota intelijen, 9 anggota Denjaka, 9 anggota Kopaska, dan 9 personel anggota Taifib.
Mereka menerima materi latihan seperti dasar-dasar operasi klandestin atau rahasia, dan operasi kontraintelijen, prinsip-prinsip dasar security intelijen, pengorganisasian operasi intelijen, dan penyelamatan kapal serta pembebasan sandera. (agk)
Latihan operasi intelijen kontraterorisme oleh TNI AL di Gedung Pelni, Jakarta. (CNN Indonesia/Prima Gumilang)
Latihan operasi intelijen kontraterorisme TNI Angkatan Laut di Jakarta. (ANTARA/M Agung Rajasa)