Menurut Safruhan, rencana unjuk rasa yang akan dilakukan para sopir jasa angkutan bus berukuran sedang itu sama sekali belum dikoordinasikan dengan aparat kepolisian.
"Belum ada pemberitahuan ke kepolisian. kalau mereka tetap memaksa bisa ditangkap," ujar Safruhan saat dikonfirmasi tadi malam.
Lihat juga:Ahok Persilakan Sopir Metromini Mau Demo |
Safruhan mengaku telah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan DKI Jakarta kemarin untuk memberi pengarahan dan penjelasan. Imbauan diberikan karena selama harus diakui banyak armada tak layak sehingga harus dilarang beroperasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bahkan ada juga yang ditangkap itu kedapatan izin trayeknya sudah dicabut. Artinya itu kan kendaraan ilegal," kata dia.
Safruhan menyatakan, kehadiran Metromini bukannya tidak diinginkan oleh pemerintah DKI Jakarta. Namun Metromini dalam hal ini diimbau untuk memberikan pelayanan transportasi yang layak bagi warga sebagai pengguna jasa.
Lihat juga:Ahok: Metromini Selesai Saja |
Sementara itu Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mempersilakan pengemudi Metromini berhenti beroperasi. Menurutnya hal itu lebih baik dibandingkan dihentikan secara paksa oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Pemprov DKI Jakarta kata Ahok sudah mencoba memberikan solusi agar Metromini bergabung dengan PT Transjakarta. Dengan begitu mereka tak perlu lagi ugal-ugalan di jalan untuk mengejar setoran. (sur)