Indonesia Siaga I Teror, Pengamanan di Bandara Ditingkatkan

Lalu Rahadian , CNN Indonesia | Selasa, 22/12/2015 07:51 WIB
Indonesia Siaga I Teror, Pengamanan di Bandara Ditingkatkan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan pengamanan jelang Natal dan tahun baru akan difokuskan di tempat-tempat yang penuh keramaian. (REUTERS/Beawiharta)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pengamanan area publik di Indonesia akan ditingkatkan seiring maraknya ancaman aksi teror jelang akhir tahun. Peningkatan pengamanan akan dilakukan termasuk di bandara-bandara internasional yang ada di daerah-daerah.

Menurut Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan, pengamanan jelang Natal dan tahun baru akan difokuskan di tempat-tempat yang penuh keramaian.

"(Fokus pengamanan) bukan kota, kita menyangkut pada area publik yang kita anggap bisa mungkin untuk itu (teror). Sehingga kita juga melakukan pengamanan misalnya semua bandar udara, khususnya internasional, untuk lebih berjaga-jaga," ujar Luhut di kantornya, Jakarta, kemarin.
Sebelumnya, mantan Kepala KSP itu juga berkata bahwa ancaman teror akhir tahun tidak hanya menimpa Indonesia. Ancaman serupa juga kabarnya dialami negara-negara lain.

Status siaga I jelang pergantian tahun telah diumumkan oleh Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Badrodin Haiti dan Kepala Badan Intelijen Nasional (BIN) Sutiyoso siang tadi. Badrodin mengatakan pada bulan lalu pihaknya telah mendapatkan informasi terkait rencana terorisme di Jakarta dan Jawa Tengah pada Desember ini.
Ia mengatakan informasi ini juga diperkuat oleh Australian Federal Police (AFP) dan intelijen Singapura.

Siaga I merujuk kepada tingginya tingkat ancaman sehingga memerlukan kesiapan pasukan. Dalam siaga I, ancaman nyata dapat terjadi sewaktu-waktu, bisa dari dalam atau luar negeri. Oleh karena itu, pengamanan akan melibatkan keseluruhan personel untuk mengamankan dari potensi ancaman.

Sebelumnya, Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri menangkap sembilan teroris di lima berbeda di Indonesia, di antaranya Cilacap, Tasikmalaya, Sukoharjo, Mojokerto, dan Gresik.

Mereka ditangkap dalam waktu 3 hari, yaitu pada 18, 19, dan 20 Desember lalu. Mereka diduga merencanakan aksi teror kepada masyarakat berupa peledakan bom rakitan. (utd)
Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Indonesia Siaga Satu Ancaman Teroris