Dia mengatakan status tersebut dari tahun ke tahun selalu diberlakukan menjelang hari raya. Karena itu, dia meminta masyarakat untuk tetap tenang namun waspada menghadapi penghujung 2015.
"Setiap keganjilan, masyarakat mesti peduli dan informasikan. Dengan begitu maka situasi akan tetap aman. Apa artinya aparat tanpa kerjasama yang baik dari masyarakat" kata Suharsono.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"(Ancaman teroris) kan sudah kami kerjakan. Memang masih ada yang dicari pihak-pihak yang diperkirakan mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat, tapi yang penting masyarakat waspada," kata Suharsono.
Berkaitan dengan pelaksanaan operasi ini, 13 Kepolisian Daerah (Polda) dinyatakan masuk dalam kategori rawan satu. Di antaranya adalah Sumatera Utara, Jakarta Raya, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Maluku, Papua dan Papua Barat.
"13 Polda ini prioritas rawan satu dan 19 Polda ada di rawan dua. Lalu tempat-tempat yang perlu kita waspadai untuk lebih meningkatkan keamanan, seperti rumah ibadah, objek vital, bandara, tempat hiburan, pusat perbelanjaan, pusat kota dan lainnya," kata Anton.
Badrodin mengatakan pada bulan lalu pihaknya telah mendapatkan informasi terkait rencana terorisme di Jakarta dan Jawa Tengah pada Desember ini. Dia mengatakan informasi ini juga diperkuat oleh Australian Federal Police (AFP) dan intelijen Singapura.
"Kami lakukan langkah-langkah pencegahan dan menetapkan Siaga I. Kami ikuti dan awasi semua pergerakan dari kelompok teroris yang selama ini terdata di kami," ujarnya kemarin. (bag)