Kepala Hubungan Masyarakat Daerah Operasional (Daop) I PT KAI, Bambang Setiyo Prayitno mengatakan kalau relasi yang banyak diminati adalah daerah tujuan Jawa Tengah dan Jawa Timur. Ia mengatakan kalau relasi tersebut ramai digunakan karena kereta-kereta uang digunakan berjenis kereta subsidi (Public Service Obligation).
"Memang setiap libur Natal dan Tahun Baru kami mengalami peningkatan penumpang. Tapi kali ini sepertinya lebih banyak karena ada libur berdekatan, dari Maulid Nabi Muhammad, Natal, dan juga libur akhir pekan," terang Bambang di Jakarta, Kamis (24/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia juga mengatakan bahwa tiket kereta untuk tujuh relasi berbeda telah ludes terjual hingga tanggal 5 Januari 2016 mendatang. Kereta-kereta tersebut adalah Kereta Api (KA) Matarmaja, KA Progo, KA Kutojaya Utara, KA Tawang Jaya, KA Brantas, KA Kertajaya, dan KA Bengawan.
Ia juga memperkirakan puncak arus balik di Stasiun Pasar Senen akan terjadi pada tanggal 1 sampai 2 Januari 2016 mendatang, kendati Pos Komando (Posko) Natal dan Tahun Baru dibeelakukan sampai tanggal 5 Januari. Setelah tanggal 5 Januari, PT KAI tidak menyediakan lagi kereta-kereta keberangkatan tambahan yang dipersiapkan guna mengantisipasi lonjakan penumpang.
Sebagai informasi, Daop I PT KAI menyediakan tujuh kereta api tambahan. Khusus untuk Stasiun Pasar Senen, kereta-kereta tambahan yang disiapkan yaitu KA Fajar Utama dengan relasi Pasar Senen-Cirebon, KA Madiun dengan relasi Pasar Senen-Madiun, dan KA Kertajaya dengan relasi Pasar Senen-Pasar Turi Surabaya.
"Selain memperbanyak kereta tambahan, kami juga mempepanjang jumlah gerbong dari yang biasanya delapan rangkaian, kini menjadi 14 rangkaian," tambahnya. (stu)