Ditemui setelah memimpin Misa ketiga di Katedral, Suharyo menjelaskan bahwa kelompok-kelompok radikal muncul karena banyak umat manusia yang membuat legitimasi untuk membunuh dan berbuat dosa atas nama tuhannya masing-masing.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Suharyo telah terjadi kesalahpahaman mengenai teologi tersebut. Paus sekalipun mengajak umat Nasrani untuk memahami bahwa kekerasan bertolak belakang dengan ajaran yang sebenarnya.
Surat yang dikeluarkan pada 2005 tersebut ditujukan agar kelompok radikal semacam itu tidak semakin menyebar.
Suharyo mengatakan kemungkinan besar ada alasan lain selain agama yang melatarbelakangi lahirnya kelompok-kelompok radikal tersebut. "Mungkin itu politik, kekuasaan, ekonomi, atau hal lainnya," katanya.
"Gereja Katolik menolak segala bentuk kekerasan karena itu merupakan kegagalan adab manusia. Semakin beradab semakin tidak melakukan kekerasan." (win/win)