“Seluruh satuan di Papua dan daerah rawan harus meningkatkan kewaspadaan. Apalagi kejadian seperti ini. Masih ada kelompok tertentu yang berseberangan dengan pemerintah," ujar Jenderal Mulyono di Jakarta, Senin (28/12). (Simak Fokus: SIAPA TEMBAK POLISI PAPUA?)
Sementara Presiden Joko Widodo telah mendengar soal penyerangan Polsek Sinak dari Kapolri Jenderal Badrodin Haiti, termasuk kabar ditembaknya pesawat yang membawa Kapolda Papua yang hendak mendarat ke Sinak.
Lihat juga:Pesawat Rombongan Kapolda Papua Ditembak |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Polisi dan tentara hingga kini masih mengejar pelaku penyerangan yang merampas tujuh senjata api di Polsek Sinak, yakni dua puncuk senapan AK-47, dua pucuk senapan SS1, dan tiga pucuk mouser beserta satu peti amunisi.