“Belum dapat dipastikan jenazah siapa yang dibawa dengan pesawat Trigana,” kata petugas Trigana Air di Sentani, Zaenal, Senin (28/12).
Pesawat tiba di Sentani pukul 15.24 WIT. Selain Trigana, satu pesawat lain milik Dimonim Air turut membawa polisi lain yang menjadi korban. (Simak Fokus: SIAPA TEMBAK POLISI PAPUA?)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain ketiga polisi itu, dua rekan mereka yang lain terkena luka tembak, yakni Briptu Suma dan Bripda Rian. Bripda Rian pukul 14.55 WIT telah tiba di Timika dan langsung dibawa ke RSUD Mimika.
“Dari analisis kami, DK sudah bekerja sama dengan kelompok bersenjata itu,” kata Kepala Bidang Humas Polda Papua Kombes Patridge Renwarin.
Hal tersebut diamini oleh Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Mulyono. DK yang berkhianat itu disebut Mulyono sebagai tenaga bantuan operasi di Polsek Sinak.
“Dia dipelihara Kepolisian untuk membantu. Tapi mungkin ingkar, kami lengah, dan dia memberitahukan kondisi kami kepada orang (kelompok bersenjata),” kata dia.
Saat ini Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw berada di Sinak untuk memantau langsung kondisi di sana. Saat hendak mendarat di Sinak pagi tadi, terdengar suara tembakan sehingga pesawat yang ditumpangi Paulus sempat berputar balik ke Wamena.