"Sementara indikasi dilakukan oleh kelompok TPN," ujar Budi di Markas Besar Polri, Jakarta, Senin (28/12).
Budi menjelaskan, dugaan tersebut didapat berdasarkan rekam jejak penyerangan yang dilakukan TPN OPM tahun 2013 terhadap anggota Tentara Nasional Indonesia dan masyarakat sipil di kawasan Puncak Jaya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami sementara telah mengirim tim pengejaran maupun juga tim investigasi. Kalau tim pengejaran sudah di sana. Tim investigasi kami sedang berangkat ke Papua," ujar Budi.
Penyerangan Polsek Sinak menewaskan tiga polisi, yakni Briptu Ridho, Bripda Arman, dan Bripda Ilham. Sebelum diterbangkan ke Jayapura, jenazah mereka dievakuasi ke Komando Rayon Militer Sinak yang berjarak 100-150 meter dari Polsek.
Selain ketiga polisi itu, dua rekan mereka yang lain terkena luka tembak, yakni Briptu Suma dan Bripda Rian. Bripda Rian pukul 14.55 WIT telah tiba di Timika dan langsung dibawa ke RSUD Mimika.
Penyerangan kelompok bersenjata ke Polsek Sinak diduga dibantu oleh satu orang yang selama ini sehari-hari bekerja di polsek itu. Warga berinisial DK itu sudah empat tahun bekerja di Polsek Sinak.
DK membukakan pintu belakang Polsek untuk kelompok bersenjata saat lima anggota Polsek tengah menonton televisi sembari bercengkerama di ruang jaga.
“Dari analisis kami, DK sudah bekerja sama dengan kelompok bersenjata itu,” ujar Kepala Bidang Humas Polda Papua Kombes Patridge Renwarin.
Hal tersebut diamini oleh Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Mulyono. DK yang berkhianat itu disebut Mulyono sebagai tenaga bantuan operasi di Polsek Sinak.
“Dia dipelihara Kepolisian untuk membantu. Tapi mungkin ingkar, kami lengah, dan dia memberitahukan kondisi kami kepada orang (kelompok bersenjata),” ujarnya. (rdk)