"Sudah teridentifikasi kelompoknya yaitu dari kelompok OPM yang dipimpin oleh Y dan TG," kata Anton di Bareskrim Polri, Jakarta, Rabu (30/12).
Untuk mengejar para pelaku penyerbuan, tim khusus telah dibentuk. Diperkirakan, pelakunya berjumlah 25 orang.
Hari Minggu lalu, Polsek Sinak diserbu kelompok bersenjata. Akibat serangan ini, tiga orang polisi tewas yakni Brigadir Satu Ridho, Brigadir Dua Arman, dan Brigadir Dua Ilham. Sementara dua polisi lainnya mengalami luka-luka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Namanya juga gerilya, cari kelengahan. Siapa yang lengah itu yang jadi sasaran mereka," kata Badrodin di Mabes Polri, Jakarta, Selasa.
Badrodin mengatakan, siapapun bisa menjadi sasaran penyerangan tersebut, baik TNI, Polri, maupun masyarakat. Semua itu tergantung kebutuhan para gerilyawan.
Penyerangan diduga dibantu oleh seorang yang selama ini sehari-hari bekerja di Polsek itu berinisial DK. Selama empat tahun DK bekerja di Polsek Sinak.
Polisi menduga, DK membukakan pintu belakang Polsek untuk kelompok bersenjata tersebut. Lima anggota polsek yang jadi korban saat itu tengah menonton televisi di ruang jaga.
"Pada saat situasi kritis dia (DK) bisa terpengaruhi sehingga bisa berbalik arah, bisa berkhianat. Ini suatu pelajaran bagi anggota Polri jadi harus berhati-hati memanfaatkan TBO (tim bantuan operasi) di sana," kata Badrodin. (sur)