"Kita tidak ingin menimbulkan kepanikan di masyarakat. Yang penting kami tetap melakukan penyidikan," ujar Tito di Lapangan Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (30/12).
Tito mengungkapkan Kepolisian sedang melakukan penyelidikan secara tertutup agar masyarakat tidak merasa panik atau terganggu dengan peredaran terompet tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, Tito membantah peredaran terompet tersebut berkaitan dengan penemuan terompet bergambar Al Quran yang berada di kawasan Jawa Tengah.
"Iya (razia) sebagai langkah antisipasi saja," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Barat Ajun Komisaris Besar Polisi Didik Sugiarto saat dikonfirmasi, di Jakarta, Selasa (29/12).
Petugas Polres Metro Jakarta Barat memeriksa terompet yang diperjualbelikan sejumlah pedagang lapak di sekitar Glodok. Sejauh ini, kata Didik, petugas belum menemukan terompet yang terbuat dari kertas berlafalkan Al Quran.
Namun polisi menyita sejumlah terompet berbahan kertas yang terdapat tulisan kaligrafi "Muhammad". Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui siapa yang memproduksi terompet dengan tulisan kaligrafi Muhammad tersebut. (bag/bag)