Polisi juga masih belum bisa memastikan apakah ledakan itu berasal dari bom molotov seperti yang diduga semula.
Ketika dihubungi Indonesia Jumat (1/1) Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat Komisaris Besar Sulistyo Pudjo Hartono mengatakan ledakan yang terjadi hanya berskala kecil. "Apakah itu molotov atau bom atau mercon, belum tahu," katanya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ledakannya di sekitar mobil, jadi orang yang di dalam mobil itu teriak-teriak karena takut mobil kebakaran," Sulistyo menerangkan.
Lapangan yang dimaksud merupakan bagian dari Masjid Agung Bandung. Kediaman Wali Kota sendiri terletak di Jalan Dalem Kaum Bandung.
Polisi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) sekitar 30 menit. Ia menjelaskan, ditemukan beberapa paku kecil berukuran 2,5 centimeter di sekitarnya. Polisi juga mencium bau residu mesiu, yang juga bisa ditemukan dalam mercon. Meski begitu Sulistyo belum bisa memastikan apakah paku dan residu itu mengindikasikan molotov.
"Bisa jadi molotov koktail, bisa juga mercon yang dimasukkan kontainer," ucapnya.
Pihak kepolisian telah memeriksa 10 saksi yang berada di sekitar lokasi, namun Sulistyo juga belum bisa menjawab hasil pemeriksaan saksi.
Sulistyo juga tidak berani memastikan kelompok tertentu sebagai pelaku.
Pernyataan ini berbeda dengan pernyataan Sulistyo sebelumnya yang menyatakan bahwa ledakan diduga berasal dari molotov koktail berisi paku. Saat itu, Sulistyo mengatakan warga dikejutkan dengan ledakan yang berasal dari bawah mobil peliputan milik TV One. (rsa/yns)