"Ya saya tantang saja, kalau ada petisinya (ditandatangani) 100 ribu baru dipikirin," ujar Ridwan kepada CNNIndonesia.com di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (4/1).
Menurut Ridwan, pembuatan pantai artifisial sebenarnya bukan hal yang tidak mungkin untuk dilakukan di Kota Bandung, meski pada kenyataannya kota tersebut dipenuhi gunung.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebuah petisi berjudul ‘Ridwan Kamil, Buatkan kami Pantai buatan di Bandung!’ telah meramaikan jagat media sosial sejak kemarin. Petisi ini digagas Febby Lorentz yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Bandung Kurang Piknik.
Merasakan suasana di pantai asli memang berbeda dengan pantai buatan atau artifisial. Namun, menurut Febby, itu merupakan hal subjektif. Alasannya, Bandung katanya dikenal sebagai kota kreatif. Kota ini menurutnya memiliki banyak ahli desain, arsitek, tata ruang, dan lingkungan. "Yang kami rasa mamu membuat desain terbaik dibuat semirip mungkin dengan kondisi asli," ujar dia.
Febby membandingkan pantai buatan Seagaia Ocean Dome di Jepang. Menurutnya, tempat wisata tersebut bisa dijadikan sebagai bahan pertimbangan pembuatan pantai buatan di Kota Kembang-julukan Bandung. "Di lokasi (Seagaia Ocean) suhu udara dijaga agar sesuai dengan kondisi pantai asli," katanya.
Febby memberi contoh lokasi yang bisa dibangun pantai buatan di Bandung di daerah Gedebage, Bandung Timur yang akan dibangun pusat perkotaan baru. Wilayah lain yang bisa dijadikan pertimbangan adalah kantor Puslitbang, Jalan Jendral Abdul Haris Nasution.
Ia yakin jika pembuatan pantai buatan ini bisa dibangun maka ‘index of happiness’ warga kota Bandung lebih meningkat lagi. "Dan akan membuat Bandung sejajar dengan kota-kota lain di dunia yang memiliki fasilitas serupa seperti Monaco, Hong Kong, Paris, Berlin, Rotterdam, Toronto, dan Seagaia Ocean Dome di Miyazaki Jepang," kata Febby yang sudah mengantongi 5.593 dukungan. (bag)