“Saya tidak takut dengan metode apapun yang akan digunakan intelijen Indonesia terhadap saya. Mereka tak dapat menghentikan saya memperjuangkan hak-hak fundamental rakyat Papua untuk menentukan nasib sendiri,” kata Benny dalam keterangan tertulis yang diterima CNNIndonesia.com.
Benny juga mengkritik jawaban Sutiyoso saat ditanya wartawan tentang metode apa yang bakal digunakan BIN untuk mendekatinya jika pendekatan lunak ditolak oleh dia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam keterangan tertulisnya, Benny sekaligus menegaskan bahwa kini jelas dia tak bersalah dalam penyerbuan kelompok bersenjata ke Polsek Sinak di Kabupaten Puncak, Papua. Kapolri Jenderal Badrodin Haiti sendiri yang meralat ucapannya kemarin lusa.
Tak lama kemudian, Polda Papua menyatakan bahwa pelaku penyerangan adalah kelompok Yambi. “Kami bisa mengidentifikasi bahwa mereka dari kelompok Yambi,” kata Kepala Bidang Humas Polda Papua AKBP Patrige Renwarin.
Pernyataan Polda Papua itu sesuai dengan dugaan Ketua Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Victor Yeimo. “Itu dari kelompok Yambi di bawah pimpinan Goliat Tabuni,” kata dia.
Goliat Tabuni ialah Panglima Tinggi Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPN). Dugaan keterlibatan TPN dalam penyerangan Polsek Sinak sebelumnya juga disebut oleh Wakapolri Komisaris Jenderal Budi Gunawan.
“Ada indikasi penyerangan itu dilakukan oleh kelompok TPN,” kata Budi.
Ketua KNPB Victor Yeimo mengatakan ada beberapa kelompok bersenjata yang dominan di Papua, antara lain kelompok Moris, Purin Wenda, dan Yambi. Semua kelompok itu ada di bawah pimpinan Goliat Tabuni.