“Tidak mengganggu sejumlah pesawat yang akan lepas landas atau yang akan mendarat," ujar General Manejer Angkasa Pura I Bandara El Tari Kupang I Ketut Gede Arnawa di Kupang, Rabu (6/1), seperti dilansir Antara.
Arnawa menuturkan pada awalnya Bandara El Tari menunggu agar maskapai sendiri yang mengeser badan pesawat tersebut karena dapat menggangu penerbangan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita diperintahkan untuk segera mengevakuasi badan pesawat tersebut dengan berkoordinasi dengan maskapai penerbangan Kalstar, karena memang sangat membahayakan penerbangan yang lain," tuturnya.
Dia menyebutkan, selama kurang lebih lima hari baru tubuh pesawat tersebut dapat bergeser menjauh dari landasan pacu dari Bandara El Tari Kupang.
"Setelah dipindahkan ketempat yang aman, saat ini kita masih menunggu informasi lagi dari pihak maskapai untuk menunggu keputusan mau diapakan badan dari pesawat tersebut, apakah akan dipotong atau akan digunakan lagi," ujarnya.
Sementara itu terkait hasil pemeriksaan dari Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) yang telah memeriksa penyebab tergelincirnya pesawat tersebut, Arnawa mengatakan bukan ranahnya dia menyampaikan hasil pemeriksaan. "Itu bukan ranah saya. Saya tidak berani berbicara, namun memang pihak KNKT telah menyelesaikan pemeriksaan penyebab tergelincirnya pesawat tersebut," kata dia. (obs/obs)