Evakuasi Badan Kalstar yang Tergelincir Dihentikan
Basuki Rahmat N | CNN Indonesia
Rabu, 06 Jan 2016 10:17 WIB
Kupang, CNN Indonesia -- Evakuasi badan pesawat Kalstar Aviation yang tergelincir di Bandara El Tari Kupang, sudah dihentikan karena sudah berada pada posisi aman.
“Tidak mengganggu sejumlah pesawat yang akan lepas landas atau yang akan mendarat," ujar General Manejer Angkasa Pura I Bandara El Tari Kupang I Ketut Gede Arnawa di Kupang, Rabu (6/1), seperti dilansir Antara.
Arnawa menuturkan pada awalnya Bandara El Tari menunggu agar maskapai sendiri yang mengeser badan pesawat tersebut karena dapat menggangu penerbangan.
Namun, pihak maskapai dalam waktu 2 x 24 jam tidak terlihat bereaksi atas pergeseran badan pesawat maka Dinas Perhubungan memerintahkan agar manejemen Angkasa Pura I yang harus mengambil tindakan.
"Kita diperintahkan untuk segera mengevakuasi badan pesawat tersebut dengan berkoordinasi dengan maskapai penerbangan Kalstar, karena memang sangat membahayakan penerbangan yang lain," tuturnya.
Dalam proses pergeseran badan pesawat, Angkasa Pura I menurunkan sejumlah alat berat seperti eksavator dua buah, serta balon gas yang dapat membantu mengangkat tubuh pesawat.
Dia menyebutkan, selama kurang lebih lima hari baru tubuh pesawat tersebut dapat bergeser menjauh dari landasan pacu dari Bandara El Tari Kupang.
"Setelah dipindahkan ketempat yang aman, saat ini kita masih menunggu informasi lagi dari pihak maskapai untuk menunggu keputusan mau diapakan badan dari pesawat tersebut, apakah akan dipotong atau akan digunakan lagi," ujarnya.
Sementara itu terkait hasil pemeriksaan dari Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) yang telah memeriksa penyebab tergelincirnya pesawat tersebut, Arnawa mengatakan bukan ranahnya dia menyampaikan hasil pemeriksaan. "Itu bukan ranah saya. Saya tidak berani berbicara, namun memang pihak KNKT telah menyelesaikan pemeriksaan penyebab tergelincirnya pesawat tersebut," kata dia. (obs/obs)
“Tidak mengganggu sejumlah pesawat yang akan lepas landas atau yang akan mendarat," ujar General Manejer Angkasa Pura I Bandara El Tari Kupang I Ketut Gede Arnawa di Kupang, Rabu (6/1), seperti dilansir Antara.
Arnawa menuturkan pada awalnya Bandara El Tari menunggu agar maskapai sendiri yang mengeser badan pesawat tersebut karena dapat menggangu penerbangan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita diperintahkan untuk segera mengevakuasi badan pesawat tersebut dengan berkoordinasi dengan maskapai penerbangan Kalstar, karena memang sangat membahayakan penerbangan yang lain," tuturnya.
Dia menyebutkan, selama kurang lebih lima hari baru tubuh pesawat tersebut dapat bergeser menjauh dari landasan pacu dari Bandara El Tari Kupang.
"Setelah dipindahkan ketempat yang aman, saat ini kita masih menunggu informasi lagi dari pihak maskapai untuk menunggu keputusan mau diapakan badan dari pesawat tersebut, apakah akan dipotong atau akan digunakan lagi," ujarnya.
Sementara itu terkait hasil pemeriksaan dari Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) yang telah memeriksa penyebab tergelincirnya pesawat tersebut, Arnawa mengatakan bukan ranahnya dia menyampaikan hasil pemeriksaan. "Itu bukan ranah saya. Saya tidak berani berbicara, namun memang pihak KNKT telah menyelesaikan pemeriksaan penyebab tergelincirnya pesawat tersebut," kata dia. (obs/obs)