Peluang untuk gerakan radikalisme, katanya, masih besar jika masyarakat, terutama para ulama bersifat apatis.
"Hal itu tentunya akan menyuburkan dan memberi ruang bagi berkembangnya aksi radikalisme dan terorisme," kata Saud di Sentul, Bogor, Rabu (6/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gautama sebelumnya menjabat sebagai Direktur Kontra Separatis pada Deputi III Badan Intelijen Negara (BIN).
"Saya berpesan kepada para pejabat baru agar lebih fokus kepada kegiatan yang tepat guna, tepat sasaran, akuntabel, dan terukur dengan start yang bagus di awal tahun 2016," kata alumni Akpol 1981 itu.
Agus Surya Bakti, yang kini menjadi Pangdam VII/ Wirabuana Mayen TNI, berharap semua program dilanjutkan dan ditingkatkan.
"Sekarang ini yang paling bahaya paham teror atau paham kekerasan. Karena paham itu tidak bisa dibendung, bisa menembus tembok, negara, dan apa saja. Itulah yang menjadikan fungsi pencegahan sangat penting agar tidak terjadi aksi terorisme," kata Agus.
Sementara itu, Deputi I BNPT Mayjen TNI Abdul Rahman Kadir mengakui tantangan dalam pencegahan terorisme akan semakin berat.
"Tantangan itu tentu harus kami hadapi karena itu apa yang sudah dilakukan deputi lama kami akan teruskan," ujar dia. (antara)