Supriyatno mengatakan, ada tiga hal yang masih dikerjakan Kemdikbud untuk revisi K-13, di antaranya Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar (KIKD), silabus kurikulum, dan pedoman pembelajaran. Ia juga mengatakan, pihaknya tengah melakukan revisi 377 buku pelajaran (dari kelas I hingga XII).
"Kami targetkan revisi buku bisa selesai pada akhir Februari 2016. Kalau sudah selesai, akan kami unduh ke situs kami agar bisa diambil oleh pihak penerbit. Namun, kami akan tetapkan harga eceran tertinggi supaya harganya tidak melambung tinggi," kata Supriyatno saat ditemui di Kemendikbud, Jakarta, Kamis (7/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di sisi lain, pengamat pendidikan Doni Koesoema menilai Kemdikbud harus mulai melibatkan partisipasi publik untuk membuat buku pelajaran. Dengan begitu, kerja pemerintah pusat akan lebih ringan.
"Nantinya Kemdikbud bisa memberikan pedoman, lalu berikan kesempatan bagi publik untuk membuatnya. Tentunya, nanti Kemdikbud harus melakukan penilaian apakah sudah layak atau belum. Sekarang saya lihat guru sudah pintar dan sanggup membuat buku," katanya.
Doni juga menilai pemerintah daerah harus lebih berperan aktif dalam meningkatkan kualitas pendidikan di daerahnya. Selain itu, ia menilai partisipasi publik harus lebih ditingkatkan dalam setiap pengambilan kebijakan pemerintah.