"Saya tidak bisa menilai diri sendiri," kata politikus yang biasa disapa Bamsoet ini saat dihubungi CNN Indonesia, Jumat (8/1).
Lihat juga:Reses Berakhir, DPR Belum Punya Ketua Tetap |
Meski belum resmi, abatan Ketua Fraksi Golkar memang baru saja beralih dari Ade Komarudin ke Setya Novanto. Sementara Ade menempati kursi jabatan Ketua DPR yang ditinggalkan Setya.
Sebelumnya, Akbar menilai masih banyak sosok lain yang lebih pantas mengisi kursi Ketua Fraksi Golkar selain Setya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setya, kata Akbar, masih memiliki masalah yang belum terselesaikan. Setya diduga mencatut nama Joko Widodo dan Jusuf Kalla dalam proses perpanjangan kontrak karya PT Freeport Indonesia. Kejaksaan Agung bahkan berencana memeriksa Wakil Ketua Umum Golkar tersebut pada pekan depan
Hal itu yang membuat Setya tidak pantas menjadi pemimpin fraksi di DPR.
Meski belum resmi menjabat sebagai ketua fraksi, Setya telah menandatangani surat bernomor SJ 00.686/FPG/DPR RI/2016 tertanggal 4 Januari tentang susunan Fraksi Partai Golkar yang baru.
Sekretaris Fraksi yang semula dijabat Bambang Soesatyo kini dijabat Aziz Syamsuddin. Sementara Ketua Badan Anggaran yang semulai dipegang oleh Ahmadi Noor Sipit dialihkan ke Kahar Muzakir. (sur)