"Secara umum kami melihat apa yang disampaikan Pak Jokowi sebagai Presiden dan arahan pemaparan dalam rapat pleno tertutup lebih mempertegas dan memperdalam apa yang disinggung tadi (ketika pidato pembukaan)," ujar Andreas di Hall D, Jakarta Internasional Expo (JiExpo) Kemayoran, Jakarta Pusat, Ahad (10/1).
Andreas menuturkan, jika diperhatikan, Presiden secara eksplisit memberikan dukungannya pada apa yang disampaikan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri mengenai ide besar Pembangunan Nasional Semesta Berencana. Hal itu pun, tuturnya, ditekankan kembali dalam penyampaian pengarahan penutupan paling tidak tiga kali.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bukan hanya soal paradigma, tapi diimplementasikan dalam program-program pemerintahan. Apa yang disinggung program pemerintah dalam hal memotong subsidi BBM (bahan bakar minyak) yang jumlahnya cukup besar, yakni Rp3000 triliun per tahun," katanya.
Terakhir, Andreas memaparkan, sang kepala negara juga menyinggung bahwa dalam perjalanan pemerintahan setahun ini para kader harus berani mengeluarkan gagasan-gagasan besar untuk mewujudkan mimpi-mimpi yang diinginkan dalam jangka waktu 25 tahun hingga 100 tahun ke depan.
"Contohnya bagaimana Pembangunan Nasional Semesta Berencana diimplementasikan dalam bidang-bidang spesifik, bagaimana mendesain sistem yang efektif untuk Indonesia, sehingga pemikiran-pemikiran besar dalam Rakernas ini welcome untuk disampaikan ke Bappenas," katanya. (ded/ded)