Wakil Ketua DPRD DKI M. Taufik menjelaskan, pihaknya ingin mengetahui alasan Kemendagri mencoret enam PMP BUMD tersebut dengan berencana mengundang Direktur Jenderal Keuangan Daerah Kemendagri Reydonnyzar Moenek.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apalagi, kata Taufik, sistem tiket di Transjakarta disubsidi oleh pemerintah. "Jika ini dilarang mau bagaimana, mau berapa harga tiket (Transjakarta) yang harus dibayar warga," kata Taufik.
Oleh sebab itulah, DPRD DKI berencana untuk memanggil Reydonnyzar untuk dimintai alasan pencoretan tersebut. Namun sayang, Taufik belum menentukan kapan akan memanggil pihak Kemendagri tersebut.
Sebelumnya Basuki sempat menunjukkan kekesalannya saat mengetahui bahwa Kementerian Dalam Negeri mencoret enam PMP BUMD di APBD 2016. Menurut Ahok, pencoretan tersebut bisa memicu masalah di kemudian hari.
"Misalnya kalian mencoret PMP itu maka bisa ada masalah," kata Ahok, sapaan Basuki.
Sebagai catatan Kemendagri mencoret enam PMP, yaitu PT Jakpro, PT Transjakarta, PD PAL Jaya, PT Bank DKI, PD Dharma Jaya, dan PD Pasar Jaya. Sedangkan satu PMP BUMD yang tak dicoret adalah PT MRT.
(meg)