Ahok Targetkan Kartu JakartaOne Efektif 2017
Aulia Bintang Pratama | CNN Indonesia
Senin, 11 Jan 2016 17:52 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengatakan Kartu JakartaOne direncanakan efektif digunakan mulai 2017 mendatang. Kartu ini diperuntukkan bagi keluarga yang salah satu anggotanya memiliki Kartu Jakarta Pintar.
"Kalau bisa sebelum Oktober 2017 bisa diluncurkan," kata Basuki saat ditemui di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (11/1).
Ahok mengatakan bulan Oktober dipilih sebagai batas pengoperasian JakartaOne karena merupakan waktu di mana masa jabatan Ahok sebagai Gubernur DKI Jakarta berakhir.
Terkait dengan mekanisme pembuatan kartu JakartaOne, Ahok menjelaskan bahwa Bank Indonesia serta Kementerian Komunikasi dan Informatika akan diajak duduk bersama. Alasan Bank Indonesia digaet Pemprov DKI adalah agar bank-bank pemerintah ataupun swasta mau berpartisipasi dalam pengadaan kartu tersebut.
Sementara, Ahok mengatakan Kemenkominfo dipilih agar data para pemilik kartu JakartaOne dipegang oleh pihak yang berwenang dan akses datanya pun bisa lebih mudah.
"Kartu itu nantinya bisa digunakan untuk semua, captive market, bayar rumah susun, bus (Transjakarta), serta electronic road pricing (ERP)," kata Ahok.
Sistem dari kartu JakartaOne tersebut, kata Ahok, akan seperti kartu kredit yang dikeluarkan oleh perbankan. Maka dari itulah Ahok menggandeng BI dibandingkan Bank DKI agar seluruh bank bisa berpartisipasi. (utd)
"Kalau bisa sebelum Oktober 2017 bisa diluncurkan," kata Basuki saat ditemui di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (11/1).
Terkait dengan mekanisme pembuatan kartu JakartaOne, Ahok menjelaskan bahwa Bank Indonesia serta Kementerian Komunikasi dan Informatika akan diajak duduk bersama. Alasan Bank Indonesia digaet Pemprov DKI adalah agar bank-bank pemerintah ataupun swasta mau berpartisipasi dalam pengadaan kartu tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kartu itu nantinya bisa digunakan untuk semua, captive market, bayar rumah susun, bus (Transjakarta), serta electronic road pricing (ERP)," kata Ahok.