“Banyak keterangannya yang diragukan. Ada kemungkinan kami menggunakan lie detector,” kata Kepala Divisi Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Anton Charliyan di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (12/1).
Menurut Anton, keterangan Rica sejauh ini selalu bertolak belakang dengan fakta di lapangan. Ia juga belum bisa dimintai keterangan secara utuh. Itu sebabnya polisi memerlukan upaya ekstra untuk menggali keterangan Rica.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Pasca Ditemukan, Dokter Rica Bungkam |
Rica dan anaknya dinyatakan hilang dari domisili mereka di Yogyakarta sejak 30 Desember 2015.
Sebelumnya, Kapolri Jenderal Badrodin Haiti mengatakan mengerahkan Detasemen Khusus 88 Antiteror untuk mencari Rica. Polisi juga berkoordinasi dengan Imigrasi untuk memastikan Rica tak pergi ke luar negeri.
Kepolisian masih menganalisis keberadaan Gafatar di Indonesia. Sejauh ini Polri belum mendalami dan memetakan secara spesifik terkait misi serta tindak-tanduk Gafatar. (agk)