Sebab, Hasto menyebutkan dalam menjalani pemerintahan dibutuhkan situasi politik yang stabil. Menurutnya, sudah sepantasnya kini tidak ada lagi polarisasi politik antara koalisi dan oposisi. Karena, setelah pemilihan presiden, hal tersebut sudah selesai.
"Itu hal positif dan apa yang disampaikan Pak Ical memang seharusnya demikian. Karena ketika presiden terpilih, itu jadi presiden rakyat Indonesia," kata Hasto usai rapat kerja nasional (Rakernas) PDI Perjuangan, di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Selasa (12/1).
Lihat juga:Gerindra Tak Mau Latah Menyeberang ke Istana |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sejak awal pemerintah ini dibangun tanpa niatan kompromi apalagi hanya sekadar bagi-bagi jabatan. Itu dimaknakan sebagai bentuk komunikasi politik," ucap Hasto.
"Barulah kami datang menghadap Presiden untuk memberikan dukungan dan duduk bersama dengan pemerintah untuk menyelesaikan permasalahan bangsa yang sulit seperti sekarang," ujar Ical beberapa saat setelah bertemu Jokowi.
Ical menjelaskan, untuk melakukan pembangunan dalam keadaan yang sulit ini, diperlukan stabilitas politik. Sedangkan Golkar sendiri, tuturnya, merupakan partai yang cukup besar, sehingga ia merasa partainya bisa duduk bersama pemerintah demi adanya stabilitas politik dan menjalankan pembangunan nasional. (bag)