Ahok, sapaan Basuki, pun mengatakan bahwa jabatan Gubernur DKI Jakarta dia dapat karena hoki belaka. Ungkapan hoki tersebut dia pelintirkan dari sapaannya "Ahok" yang merupakan singkatan dari "Anak Hoki".
"Saya saja jadi gubernur itu hoki, Jokowi jadi presiden dan saya jadi gubernur. Siapa yang dulu menyangka Jokowi akan menjadi presiden kan," kata Ahok saat berbincang santai bersama Rhenald Kasali serta anak-anak didiknya di Balai Kota DKI Jakarta. Selasa (13/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski posisinya sebagai Gubernur DKI Jakarta bisa dikatakan sebuah posisi yang strategis, Ahok mengatakan ada satu posisi lagi yang dia sebut sebagai "posisi enak. Posisi tersebut adalah Presiden Indonesia alias posisi bagi orang nomor satu di Bumi Khatulistiwa.
"Powerfull sekali jadi Presiden Indonesia itu, enak tapi bisa jadi juga tak enak," katanya.
Mengingat soal posisi strategis dalam perpolitikan Indonesia, Ahok lantas menyinggung soal darah China yang mengalir dalam dirinya. Keturunan China memang memiliki sejarah tak mengenakkan di Indonesia, termasuk soal memangku sebuah jabatan.
Lihat juga:KPK Puji Program e-Budgeting Ahok |
Tak menyerah di dunia politik, Ahok pun menerobos panggung politik tertinggi di Indonesia dengan menjadi anggota DPR periode 2009-2014 dari fraksi Partai Golkar.
Tak berhenti di situ, secara tak terduga Ahok yang dipasangkan dengan Jokowi di Pilgub 2012 DKI Jakarta berhasil meraih hasil terbanyak dan memenangkan "peperangan" dengan petahana Fauzi Bowo.
Setelah menjadi Gubernur DKI Jakarta, Ahok lantas mengingat ucapan yang pernah dia terima dari mantan Presiden Indonesia Abdurrahman Wahid alias Gus dur.
"Gus dur pernah bilang bahwa siapa bilang orang China tak bisa jadi gubernur, jadi presiden saja kamu bisa," katanya mengulang perkataan Gus dur. Menanggapi hal itu, Ahok berkata "Ya sudah saya menunggu ucapan Gus dur benar saja." (bag)