"Dari informasi yang berhasil dikumpulkan oleh MUI Kota Bekasi, Gafatar di sini sudah terbentuk di seluruh kecamatan (12 kecamatan)," kata Sekretaris MUI Kota Bekasi Sukandar Ghozali di Bekasi, Rabu (13/1).
Kegiatan Gafatar itu telah dilaporkan kepada Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat Pemerintah Kota Bekasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sukandar menilai Gafatar sebagai organisasi yang mengajarkan pemahaman menyimpang. "Ini turunan dari Al Qiyadah Al Islamiyah bentukan Ahmad Musadeq yang sempat mengaku menjadi nabi beberapa waktu lalu."
"Ini harus diwaspadai. Tidak merusak secara fisik, tapi merusak ideologi dan keyakinan," kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Inspektur Jenderal Anton Charliyan.
Sejak 2011 pula MUI mengeluarkan fatwa Gafatar merupakan aliran sesat. Gafatar mengajarkan muslim tidak perlu salat dan puasa. Menurut mereka, yang terpenting adalah berbuat baik kepada sesama.
Organisasi ini dipermasalahkan setelah dokter Rica Tri Handayani dilaporkan hilang. Rica merupakan mantan anggota Gafatar yang kembali aktif di organisasi itu. Dia ditemukan di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah. Sebelum hilang, Rica meminta izin kepada suaminya melalui surat untuk berjuang melaksanakan perintah Tuhan. (antara)