"Ini tindakan pengecut yang tak dibenarkan di semua agama, apalagi ini menghilangkan nyawa orang seenaknya," kata Ahok saat memberikan pernyataannya di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis.
Ahok menambahkan pihak Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyerahkan seluruh proses teror ini kepada pihak kepolisian dan tentara. Apalagi, kejadian teror tersebut sudah bukan lagi masuk ranah DKI melainkan ranah pemerintah pusat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dishub membantu lalu lintas, pemadam kebakaran juga siap siaga," kata Ahok.
Sementara itu, Wakil Kepala Polri Komisaris Jenderal Budi Gunawan mengatakan serangan yang terjadi di MH Thamrin berkaitan dengan konteks serangan ISI di Paris. Meski demikian, hingga saat ini, tidak ada penyanderaan dan sniper.
"Senjata yang digunakan kemungkinan adalah bom dan ditemukan granat yang masih aktif," kata Budi.
Budi juga menambahkan hasil pengembangan Densus 88 atas kasus di Bandung, terdapat enam orang Kelompok Solo. Polisi mengetahui bahwa terdapat tiga pelaku perencana bom yang belum tertangkap.
Ledakan tersebut, menurut keterangan Budi, menimpa 16 korban. Dari 16 korban, empat di antaranya pelaku teror. Sementara itu, tujuh korban lainnya berasal dari warga. Dari tujuh warga itu, dua orang meninggal dunia dan lima orang luka berat. (utd)