Meski demikian, ia berkata, seluruh instansi aparat dan pertahanan negara sebenarnya telah memperkirakan potensi aksi teror di Indonesia.
"Kami mengantisipasi semuanya tapi ini tidak terlihat. (Potensi) ini terdeteksi. Buktinya sejak malam Natal secara bersama-sama, saya dan Kapolri keliling ke gereja-gereja. Informasi ini sudah ada," ujar Gatot usai meninjau lokasi ledakan dan tembak-menembak antara kepolisian dan pelaku teror.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ia memberikan petunjuk kepada saya, tempat-tempat lain harus aman. Presiden akan mempercepat kunjungan dan kembali dari Cirebon," ucapnya.
"Enggak (Siaga I). Presiden tidak perlu diungsikan," kata Luhut di Sarinah, Thamrin, Jakarta.
Hingga kini, polisi telah membuka garis polisi yang membentang di Jalan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat. Warga tampak memadati trotoar di sepanjang jalan Thamrin, terutama di depan Gedung Djakarta Theatre dan Gedung Jaya.
Wakil Kapolri Komisaris Jenderal Budi Gunawan menjamin kalau lokasi telah dikuasai oleh aparat. Masyarakat diminta untuk tetap tenang dan tidak termakan isu lain. (utd/utd)