"Kejadian ini sebenarnya sudah sangat kami waspadai sejak Desember, karena kami sudah dapat informasi dari intelijen dari Desember bahwa akan ada 'orkestra' di Asia Tenggara ini," ujar Luhut dalam konferensi pers di Kantor Presiden, Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (14/1).
Sejak adanya informasi itu, papar Luhut, pihak kepolisian sangat bekerja keras dan akhirnya berhasil melakukan penangkapan-penangkapan, termasuk sejumlah pimpinan kelompok yang melakukan ancaman, selama Desember.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mantan Kepala Kantor Staf Presiden itu mengapresiasi kerjasama antara Polri dan TNI yang berhasil meminimalisasi terjadinya serangan yang bisa saja lebih besar. Ia pun mengaku telah bekerjasama dengan badan intelijen di dalam negeri dan unsur-unsur teritorial.
"Tadi kan sebenarnya kita kalau tidak oleh pengamanan tadi dihambat itu bawa bom kan bisa lebih banyak yang cedera, berarti SOP yang kita punya sudah jalan. Dan sekarang dengan pengalaman ini, kami antisipasi dan membuat langkah-langkah supaya meminimalkan kemungkinan kemungkinan," katanya. (bag)