"Saya sebetulnya waktu itu sudah dapat laporan, tapi intel kita tidak berani menangkap kan. Saya suruh cari tahu siapa, akhirnya langsung tahu. Polisi sudah tahu, tapi mungkin kita terlalu sopan. Kalau menurut saya, sama orang begitu tidak perlu sopanlah, tidak perlu ragu tembak saja itu semua (teroris)," kata Ahok, sapaan Basuki, di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (15/1).
Balai Kota DKI Jakarta yang berlokasi tak terlalu jauh dari area ledakan di kawasan Sarinah, Thamrin, Jakarta Pusat, terlihat memperoleh penjagaan tambahan pascaserangan teroris.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ahok, sapaan Basuki, berkata bahwa pengamanan ibu kota pascaledakan kemarin memang ditingkatkan. Namun pengamanan kali ini sama dengan yang dilakukan aparat kepolisian kala Natal dan Tahun Baru beberapa waktu lalu.
Kemarin ledakan terjadi di depan Starbucks, Thamrin, disusul baku tembak antara teroris dan polisi di dalam gedung Djakarta Theater XII dan kawasan perbelanjaan Lotus.
Total korban luka dan tewas, kata Wakapolri Komisaris Jenderal Budi Gunawan, mencapai 16 orang, termasuk para pelaku teror.