Lewat blognya yang kini tak lagi bisa diakses, Bahrun bercerita popok pesing anaknya amat ampuh merusak konsentrasi petugas imigrasi. Sebelum masuk ke terminal bandara, Bahrun menghitung waktu. Ia sengaja melewati pemeriksaan imigrasi saat sudah waktunya bagi anak bungsu dia untuk ganti popok.
“Bau menyengat membuat petugas imigrasi tidak bisa berkonsentrasi mendeteksi identitas kami,” tulis Bahrun pada 12 Juli 2015.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pun Bahrun telah mengamankan jalur komunikasinya dengan menonaktifkan alat komunikasi dan mengaktifkan alat pengacak terbatas dalam radius tiga meter.
Setibanya di Istanbul, Turki, yang menjadi lokasi transit ke Suriah, anak bungsu Bahrun kembali menjadi “senjata.” Si bungsu berlari-larian hingga mengalihkan perhatian petugas imigrasi.
“Sikap lucu anak kami yang berlarian ke sana kemari saat melewati pemeriksaan imigrasi menjadikan sebagian petugas kewalahan ‘menghadang’ ananda, dan sebagian (petugas lain) terpingkal-pingkal (melihat ulah si bungsu),” cerita Bahrun.
Bahrun kembali lolos pemeriksaan imigrasi.
Bahrun yang memiliki nama lengkap Muhammad Bahrun Naim Anggih Tamtomo itu pun diduga pernah ikut menyembunyikan pelaku Bali Noordin M Top yang menjadi buron.
Sebelum terbang ke Suriah, Bahrun disebut bergabung dengan sebuah kelompok pendukung ISIS di Solo, Jawa Tengah. Kini Bahrun yang disebut Mabes Polri sebagai petinggi ISIS, kembali diburu karena diduga terlibat serangan teror di Jakarta kemarin.