Ira kontan terhenyak ketika mendapati pemandangan mencekam persis di seberang jalan yang terpantau di ruang kerjanya. Di pos polisi lalu lintas Thamrin itu, Ira melihat dengan mata kepala sendiri tiga mayat tergeletak bersimbah darah segar.
"Ketika saya melihat salah satu mayat mengepulkan asap di perutnya, saat itu saya sudah bisa menyimpulkan bahwa ini bom bunuh diri," kata Ira mengulas kesaksiannya di Gedung Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (15/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ira lantas memanggil sekretaris dan sejumlah pejabat di Gedung Sarinah untuk berbagi informasi tentang apa yang telah terjadi di luar gedung. Dia tidak hanya memikirkan nasib 200 karyawannya, tapi juga sekitar 800 pegawai toko yang membuka bisnis di gedungnya.
Pekerja membersihkan serpihan kaca sehari usai baku hantam teroris dengan Densus 88 di gerai kopi Starbucks, seberang Sarinah, Thamrin, Jakarta. (CNN Indonesia/Safir Makki) |
Peristiwa mencekam itu berangsur mereda dan berakhir secepat insiden itu bermula. Ira pun lantas mengambil keputusan untuk mengakhiri aktivitas perkantoran lebih cepat dari biasanya.
Ira menyatakan Gedung Sarinah tidak menjadi sasaran aksi teror dan tidak ada ledakan bom yang terjadi di areal gedungnya. Sehingga dia berkeberatan jika media menyebut peristiwa teror dilabeli sebagai 'Bom Sarinah'.
"Ini adalah peristiwa berskala nasional. Kami tegaskan tidak ada yang mengincar ataupun ledakan yang terjadi di Gedung Sarinah. Ledakan itu terjadi di luar areal gedung kami," kata Ira.
Dia pun membantah kabar viral yang menyebut adanya terduga teroris yang berusaha masuk Gedung Sarinah dan dicegah oleh petugas satuan pengamanan. "Bahkan ada juga yang menyebut satpam kami menjadi korban ledakan bom. Itu tidak benar," ujar Ira.
Ira mengatakan aktivitas bisnis dan perkantoran di Gedung Sarinah saat ini sudah kembali normal. Dia menjamin pengamanan diperketat guna memastikan kenyamanan pengunjung di gedung yang namanya diambil untuk memuliakan pengasuh dari Presiden pertama Indonesia, Soekarno.
Pekerja membersihkan serpihan kaca sehari usai baku hantam teroris dengan Densus 88 di gerai kopi Starbucks, seberang Sarinah, Thamrin, Jakarta. (CNN Indonesia/Safir Makki)