Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Luhut Binsar Panjaitan menyebutkan empat negara yang sudah menyatakan siap memberikan bantuan adalah Amerika, Australia, Singapura, sampai Malaysia.
"Negara-negata ini menawarkan, tapi kami sampai sekarang masih merasa cukup mampu jika melihat kemampuan kita," kata Luhut, tadi malam seperti dikutip dari Kantor Berita Antara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka menawarkan bantuan dari teknis. Tapi saya lihat Pak Tito (Kapolda Metro Jaya) dan Densus 88 Antiteror sudah punya peralatan yang cukup canggih juga, jadi sampai saat ini kita masih bisa menangani,” kata Luhut.
Direktur Utama Angkasa Pura II Budi Karya Sumadi dalam keterangan persnya semalam menyatakan fasilitas di Soekarno-Hatta yang berfungsi untuk menghalau ancaman keamanan dan keselamatan termasuk bom di terminal atau daerah terbatas dan atau daerah keamanan terbatas selalu digunakan. Diantaranya X-ray, Walk Through Metal Detector, Handheld Metal Detector, Explosive Trace Detector, Roadblock Barrier, Mirror detector, Bomb Disposal Container, Utility Vehicle, Utility Car yang dilengkapi dengan bomb blanket, Kendaraan patroli, sampai CCTV.
“Sementara itu, untuk pengamanan di area publik kami telah menetapkan sejumlah prosedur yakni melakukan pemeriksaan acak atau random check terhadap kendaraan yang menuju area curbside di terminal dan yang masuk ke parkir umum, sampai melakukan pemeriksaan tersebut bersama unit K-9,” jelas Budi. (gen)