Musyafak mengatakan, berdasarkan hasil identifikasi yang dilakukan oleh tim Disaster Victim Identification (DVI), ada tujuh orang yang dinyatakan meninggal di tiga lokasi dalam kejadian tersebut.
"Lokasi pertama di Pos Polisi Lalu Lintas Sarinah ada tiga orang. Pertama dengan kode 001 teridentifikasi atas nama Rico Hermawan. Teridentifikasi secara primer, yaitu dengan sidik jari," ujar Musyafak dalam keterangan pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Sabtu (16/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Orang pertama bernama Muhammad Ali dengan kode 006 yang teridentifikasi dari sidik jarinya dan tanda-tanda lain yang tidak disebutkan. Orang kedua bernama Afif alias Sunakin dengan kode 004 yang teridentifikasi dari data sidik jari milik Kepolisian yang diserahkan kepada tim DVI.
"Kondisi perut dan dada korban terakhir terkoyak. Sangat-sangat dekat dengan pusat ledakan," ujar Musyafak.
Musyafak mengungkapkan seluruh identitas tersebut juga dipastikan dengan melakukan pemeriksaan terhadap keluarga dari nama-nama yang sudah disebutkan tersebut. Sejak semalam, sudah ada lima keluarga yang telah datang ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, tempat para jenazah disimpan dan diidentifikasi. (utd)