Keterangan ini sedikit berbeda dengan pernyataan Kepala Divisi Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Anton Charliyan yang menyatakan dari foto yang beredar pihaknya belum bisa memastikan itu pria yang kerap dipanggil Abu Wardah tersebut atau bukan.
"Korban tewas berinisial R, seorang warga dari luar Sulawesi," kata Kepala Operasi Daerah Tinombala Kombes Pol Leo Bona Lubis dalam jumpa pers di Poso, seperti dilansir Antara, Minggu (17/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami sudah pastikan bahwa pelaku yang kami lumpuhkan dan meninggal dunia tersebut bukan Santoso. Kami sudah mendapatkan inisialnya yait R dan berasal dari luar Sulawesi," ujar Leo.
"Jadi untuk kepastian identitas korban, saya harap semua bersabar menunggu hasil tes DNA yang paling lambat dua pekan ke depan sudah bisa kita dapatkan dan langsung akan kami jelaskan," ujarnya.
Kepala Divisi Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Anton Charliyan mengatakan ada foto yang beredar dan disebut bahwa itu adalah sosok Santoso yang telah mati tertembak.
Anton menegaskan foto tersebut tidak bisa dijadikan pedoman apakah teroris yang tewas itu benar Santoso atau bukan.
"Kami belum bisa memastikan walaupun ada foto yang seolah-olah santoso," kata Anton di Mabes Polri, Ahad (17/1).
Sebelumnya terjadi kontak senjata antara pasukan gabungan polisi dan TNI dengan kelompok teroris di Pegunungan Ineba, Desa Tounca, Kecamatan Poso Pesisir, Kabupaten Poso, Jumat (15/10) sekitar 07.30 WITA menyebabkan seorang terduga teroris tewas di lokasi kejadian.
Baku tembak selama sekitar tiga jam itu terjadi sehari setelah aksi terorisme di kawasan Gedung Sarinah, Jl MH Thamrin Jakarta, yang para pelakunya diduga kuat memiliki jaringan dengan Santoso, pimpinan laskar Mujahiddin Indonesi Timur yang sudah dibaiat menjadi bagian dari kelompok bersenjata ISIS.
(antara)