“Ibu Susi terpukul. Tadi saya bersama Dirut BRI dan Ibu Puan Maharani mencoba menghibur beliau, mengatakan semua orang akan kembali kepada Allah SWT, dan tidak ada yang kekal," kata Adhyaksa rumah dinas Susi, di Kompleks Widya Chandra, Jakarta Selatan, Senin (18/1).
Menurut Adhyaksa, saat ini kondisi Susi sudah lebih tenang meski masih menangis. Semula, kata Adhyaksa, Susi terlihat sulit menerima kenyataan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia lantas memimpin membaca doa dan menjelaskan tentang ayat suci Alquran yang mereka baca itu kepada Susi untuk memberikan dukungan sekaligus menghibur.
Di dalam rumah, kata Adhyaksa, Susi terus mengenang mendiang putranya, terutama saat mereka berlibur bersama awal Januari kemarin di New York. Liburan itu adalah terakhir kali Susi bertemu Hilman –panggilan Panji Hilmansyah.
Hingga kini, menteri-menteri dan kolega terus berdatangan ke kediaman Susi. Karangan bunga dukacita terus berdatangan memenuhi area rumahnya.
Tampak karangan bunga dari Kapolri Jenderal Badrodin Haiti, Wakapolri Komisaris Jenderal Budi Gunawan, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kepala Staf TNI Angkatan Laut, Direksi BRI, Direksi BNI, serta para pejabat lain.
Hilman ditemukan meninggal dunia kemarin di Naples, Florida, Amerika Serikat. Chief Inspector Susi Air berusia 31 tahun itu diduga mengalami gagal jantung. Saat liburan tahun baru, Hilman sempat mengeluh sesak napas. Namun sebelumnya ia tak memiliki riwayat penyakit jantung.
Lihat juga:'Putra Menteri Susi Meninggal dalam Tidur' |