Penilaian baik atas Hilman itu diberikan Direktur Utama PT PLN (Persero) Sofyan Basir usai melayat ke rumah dinas Susi. Sofyan juga mengaku terkejut saat mendengar kabar wafatnya Hilman (sapaan Panji Hilmansyah) hari ini.
"Berduka sekali, karena kaget, baru bertemu beberapa waktu lalu di Amerika Serikat. Sepuluh hari lalu saat bertemu masih sehat, tiba-tiba begini. Saya benar-benar merasa kehilangan," kata Sofyan di rumah dinas Susi, di Kompleks Widya Chandra, Jakarta Selatan, Senin (18/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketua Pengurus Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin menilai wafatnya Hilman saat tidur merupakan bentuk kemudahan yang diberikan Allah.
"Saya yakinkan ini takdir, alhamdulilah Ibu Susi tegar menghadapi tantangan ini," kata Din.
Menurut pengakuan Menteri Kelautan dan Perikanan era Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II Sharif Cicip Sutardjo, Hilman diketahui memiliki riwayat penyakit asma. Namun, Cicip tak menjelaskan lebih lanjut asal muasal riwayat penyakit tersebut.
"Saya tidak tahu pasti, tapi menurut keluarga, satu keluarga ada (riwayat) sakit asma," kata Cicip.
Informasi serupa juga disampaikan Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin. Din mengatakan, kepulangan jenazah membutuhkan proses beberapa hari.
"Mungkin proses kedatangannya tidak bisa cepat, karena penerbangan dari Florida ke sini kan beda satu hari," ujar Din.
Meski demikian, keduanya tidak mengetahui secara pasti waktu kedatangan jenazah ke Indonesia. Namun, berdasarkan papan informasi yang berada di dalam rumah dinas, rencananya jenazah akan dimakamkan di Pangandaran, Jawa Barat, setelah tiba di Indonesia dari Naples, Florida, Amerika Serikat. (bag)