"Laporan yang masuk ke polisi ada 13 orang yang dilaporkan hilang," kata Kabid Humas Polda Jambi, AKBP Kuswahyudi Tresnadi kepada wartawan di Jambi.
"Banyak penyebab. Yang jelas mereka dilaporkan tidak kembali ke rumah," katanya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kuswahyudi mengatakan pihaknya masih sedang memastikan jumlah pengikut Gafatar di provinsi Jambi.
Keyakinan Fara hilang dibawa Gafatar ini disampaikan Abdul Kholik dan Nurul, kedua orang tua Fara yang tinggal di Tugurejo Gang A12 Semarang. Sejak hilang kontak dengan anak pertamanya pada 23 November 2015, Kholik dan Nurul langsung menyambangi rumah kos Fara di Jalan Kebonsari Manunggal 14 Surabaya. Sesampai di sana, Fara tidak ada di tempat berikut barang-barangnya.
"Yang ada hanya seragam PNS. Baju dan TV hilang", kata Nurul, ibu dari Fara.
Nurul menambahkan jika dari keterangan teman-teman satu kosnya, sebelum menghilang, Fara terlihat dekat dan sering pergi dengan seorang pria bernama Eko Siswandoyo, yang ternyata merupakan aktivis Gafatar Surabaya.
"Teman satu kosnya pada bilang kalau Fara sering pergi sama Eko yang ternyata orang Gafatar", ujar Nurul.
Lihat juga:Gafatar dan Para Pengikut Nabi Baru |
“Ada sebagian yang di Aceh jelas pecahannya Al-Qiyadah Al-Islamiyah Ahmad Musadeq,” kata Cholil. (antara)