"Kami dari jaringan yang beraksi di Thamrin sudah sampai di Bali dan akan mengadakan aksi di Bali di tempat keramaian," kata Anton mengutip surat tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hingga kini kami masih selidiki siapa orangnya. Pengamanan juga sudah ditingkatkan," kata Anton.
Hanya saja, Anton tidak merinci titik maupun jumlah personel yang dikerahkan. "Tidak menyebutkan lokasi, tapi di keramaian, kantor polisi, kantor pemerintah, investasi asing atau objek vital."
Teror di Thamrin terjadi pada Kamis pekan lalu (14/1). Dari kejadian itu, empat pelaku tewas di lokasi dan telah diamankan 13 orang yang diduga terkait di berbagai daerah.
Kepolisian menduga aksi diotaki oleh Bahrun Naim, warga Indonesia yang jadi petinggi Negara Islam Irak dan Suriah di Timur Tengah.
Karena perbuatannya, empat orang meninggal dunia dan puluhan lainnya luka-luka. Setelah kejadian, kepolisian juga menetapkan status siaga I di seluruh Indonesia. (utd)