“Ruangan itu memang untuk interogasi khusus. Lebih tenang,” ujar Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Krishna Murti di Markas Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (20/1).
Ruangan interogasi khusus itu, kata Krishna, berada dekat ruang kerjanya. Dengan demikian ia lebih mudah melihat langsung jalannya pemeriksaan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya tidak tahu. Saya tidak dengar. Saya tidak baca online dan saya tidak nonton TV. Jadi saya tidak mau berkomentar," ujar Krishna.
Nahas, baru satu sedotan kopi vietnam, Mirna langsung kesakitan hingga kejang dan kolaps. Mirna kemudian dibawa ke klinik di mal tersebut untuk mendapatkan penanganan medis pertama.
Selanjutnya ia dipindahkan ke Rumah Sakit Abdi Waluyo, Menteng, hingga dinyatakan dokter telah meninggal dunia.
Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Metro Jaya Komisaris Besar Musyafak mengatakan hasil autopsi terhadap jenazah Mirna menunjukkan kandungan zat korosif jenis sianida di organ dalam tubuhnya.