Menurut Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut Laksamana Pertama M Zainuddin, satu kapal lagi yang dikerahkan adalah KRI Teluk Banten.
"Tiga kapal dikerahkan sesuai instruksi pimpinan untuk membantu pemerintah daerah," kata Zainuddin kepada CNN Indonesia, Kamis (21/1).
KRI Teluk Bone saat ini sudah sandar di pelabuhan Pontianak. Sementara KRI Gilimanuk dan KRI Teluk Banten menurut Zainuddin dalam perjalanan menuju Kalimantan Barat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kapan para anggota Gafatar di penampung akan diangkaut menurut Zainuddin diserahkan sepenuhnya ke Pemerintah Daerah Kalimantan Barat. "Kapanpun mereka bisa diangkut, kami siap," katanya.
Dari pelabuhan yang ada di Jawa Tengah dan Jawa Timur itu, para anggota Gafatar akan diangkut menggunakan truk ke kediaman masing-masing.
Anggota Gafatar ini dievakuasi setelah warga Kabupaten Mempawah, di mana mereka selama ini tinggal, menolak keberadaan mereka. Warga yang tak sabar pada proses evakuasi sempat membakar bangunan tempat tinggal mereka di Desa Antibar, Kecamatan Mempawah Timur.
Namun pembakaran tak menimbulkan korban karena para anggota Gafatar sudah lebih dulu dievakuasi.
Keberadaan Gafatar sebagai organisasi yang meresahkan terungkap setelah hilangnya dokter asal Lampung, Rica Tri Handayani. Wanita ini hilang di Yogyakarta saat mengunjungi suaminya.
Rica ditemukan di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah. Ia diduga kuat akan bergabung dengan organisasi tersebut. Belakang diketahui banyak yang orang hilang yang juga diduga bergabung dengan Gafatar. (sur/sur)