"Yang berhasil ditemukan baru satu orang, anak berinisial SJ," kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Inspektur Jenderal Anton Charliyan di Markas Besar Polri, Jakarta (21/1).
Total laporan masyarakat yang kehilangan anak terkait Gafatar di Yogyakarta, kaya Anton, mencapai 15 orang. Namun, belum dapat dipastikan apakah mengikuti kelompok Gafatar tersebut ke Kalbar atau tidak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di Kalbar warga Gafatar ini diungsikan ke tempat aman. Kami antisipasi supaya tidak terjadi serangan dari warga terhadap mereka. Karena bagaimana pun juga mereka adalah warga yang harus kita lindungi," kata Anton.
Dia mengatakan, Gafatar biasanya menyebarkan ajarannya lewat kegiatan rumah tangga seperti arisan atau kegiatan pendidikan ekstrakurikuler seperti Badan Eksekutif Mahasiswa.
Tidak hanya itu, bahkan kadang orangtuanya sendiri yang membawa anak-anak mengikuti Gafatar. Jika ditemukan kejadian seperti itu, dia menegaskan, orangtuanya pun mesti ditindak.
"Harus dicegah. Melalui RT, RW, Polisi, Binmas. Ideologi kita harus dikuatkan," kata Erlinda. (bag)