Saat persidangan, Robby mengaku kerap mengikuti kajian agama sejak 2006. Dia biasanya mengikuti pengajian bersama para pedagang di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, dengan ustadz Taufik dan ustaz Halawi Makmun.
Di tempat itu, dia biasanya membahas masalah keesaan tuhan atau tauhid dan penetapan hukum Islam. Namun Robby mengatakan, tidak ada komunitas tertentu di masjid tempat biasa dia mengaji.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat mengikuti Tablig Akbar di Syhadaiin UIN Ciputat, kata Robby, mereka mengupas kondisi terkini di Suriah dan pergerakan ISIS. Di akhir acara, para peserta dibaiat atau bersumpah agar setia mengikuti pemimpin ISIS di Irak, Abu Bakar Al Baghdadi.
"ISIS itu Suni. Mereka ingin melindungi masyarakat Suni yang ada di Suriah. Itu diceritakan pada Tablig Akbar 2013," katanya.
"Kami ingin membantu orang yang berjuang dalam berbagai misi kemanusian, di Palestina maupun Suriah," kata terdakwa yang ikut membantu memberangkatkan lima orang ke Suriah.
Dalam persidangan, terdakwa Tuah Febriwansyah Alias Muhammad Fachri juga bercerita tentang Tablig Akbar di Ciputat. Kala itu dia menjadi pembicara. Fachri berbicara tentang perkembangan isu di Suriah. Menurutnya, ISIS merupakan bagian dari perkembangan yang ada di Suriah.
"Perkembangan kaum muslimin di Suriah, mereka melawan tirani Assad, Presiden Suriah yang sah. Saya tidak dukung Asaad karena dia menzalimi rakyatnya sendiri," kata Fachri.
Lihat juga:Kapolri: Isu Teror di Bali Tidak Benar |
Dia diduga terlibat sebagai pelaksana dalam pembinaan, pengarahan, dan perekrutan simpatisan ISIS untuk berangkat ke Irak dan Suriah secara langsung atau melalui Internet. (pit)