“Insya Allah, saya berdoa, kejahatan suatu saat akan terbongkar. Yang zalim akan ketahuan,” kata Darmawan usai pemeriksaan semalam.
Bagi pengusaha itu, pengungkapan kasus tragis Mirna mutlak dilakukan agar kejahatan serupa tak terulang. Menurutnya, bisa saja orang lain bernasib sama seperti anaknya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pria yang berprofesi sebagai pengusaha itu juga meminta publik terus berdoa agar perkara kematian putrinya bisa segera terungkap. (Simak terus Fokus: SIAPA TERSANGKA KASUS MIRNA?)
“Biar polisi yang mengurus. Saya serahkan semua ke polisi,” kata Arief. Ia kemudian berucap singkat sedih dengan kematian Mirna.
Kembaran Mirna, Sendy, tak bicara sepatah kata pun. Ia cepat-cepat menarik Arief menjauh dari kerumunan wartawan.
Tak kenal Jessica
Terkait sahabat Mirna yang kini diperiksa polisi, Jessica Kumala Wongso, Darmawan berkata tak mengenalnya.
“Saya tidak kenal. Saya baru kenal setelah Mirna di rumah sakit. Baru lihat itu mukanya Jessica,” kata Darmawan.
Sebelum peristiwa nahas itu, Jessica, Mirna, dan seorang kawan mereka bernama Hani bertemu di Olivier. Saat itu Jessica baru sekitar sebulan tiba dari Australia.
Jessica dan Mirna dulu sama-sama berkuliah di Billy Blue College of Design, Sydney. Menurut Jessica, mereka kerap belajar dan pergi ke kafe bersama.
Soal pertemanan putrinya dengan Jessica itu, Darmawan tak tahu. “Tidak pernah lihat (Jessica). Saya ke Australia sekali-kali saja. Saya kurang gaul sama teman-temannya anak-anak. Mereka kan cewek.”
Andai Mirna masih hidup, Darmawan dapat menjalankan rencananya untuk menyerahkan salah satu perusahaan milik dia kepada sang putri.
Namun kenyataan berkata lain. Darmawan kini hanya berharap pembunuh putrinya segera terungkap dan tertangkap.