Dalam rentang waktu tersebut sejumlah daerah yang rawan memunculkan genangan pun terus dipantau oleh Dinas PU Tata Air DKI Jakarta.
Kepala Dinas Tata Air DKI Teguh Hendarwan mengungkapkan setidaknya ada lebih dari 50 titik yang rawan memunculkan genangan air dan itu tersebar di seluruh wilayah Jakarta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Teguh menjelaskan ada berbagai alasan mengapa 57 titik tersebut perlu mendapatkan perhatian lebih selama puncak musim hujan kali ini. Padahal, data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika menyebutkan ada 125 titik di Jakarta yang rawan genangan hingga banjir.
Atas perintah Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dan koordinasi dengan Dinas PU Bina Marga, jalan-jalan yang tak rata tersebut langsung diratakan agar mengurangi potenti genangan. Selain itu tali-tali air di jalan-jalan tersebut harus dibobok agar aliran air kembali lancar.
"Memang masalah utilitas sering muncul dan itu menjadi hambatan yang cukup krusial bagi kami," katanya.
Sayangnya, Teguh memperlihatkan keengganannya dalam membuka daerah mana saja yang termasuk dalam 57 titik rawan tersebut. Dia hanya menegaskan bahwa 57 titik tersebut tidak akan memunculkan genangan lagi pada Februari 2016 mendatang.
"Sekarang boleh dicek tim reaksi cepat kami mulai dari PPSU kelurahan, kecamatan, Dinas Kebersihan, Dinas Pertamanan, Dinas Bina Marga, hingga Dinas Tata Air semuanya jalan," katanya.
"Dan kami mengimbau agar masyarakat tak lagi membuang sampah sembarangan yang bisa menutup saluran got." (obs)