"Mudah-mudahan KPPU dan KPK bisa bersama-sama berkoordinasi terkait persoalan fluktuasi harga pangan. Kami bicara tentang tender-tender infrastruktur yang persekongkolannya adalah secara horisontal bisa domain KPPU secara vertikal bisa domain KPK," kata Syarkawi.
Syarkawi menjelaskan pihaknya telah melakukan dan akan menginisiasi sejumlah kajian ihwal komoditas pangan meliputi daging, ayam, kedelai, dan beras. Ia akan membongkar potensi monopoli dalam pengelolaan penjualan pangan.
"Pencegahan untuk menghindari persekongkolan pemenang tender saja bisa efisien 10 hingga 30 persen," ujarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejauh ini, KPK berhasil menguak skandal suap pengaturan kuota impor daging sapi yang melibatkan bekas Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq. Luthfi terbukti menerima suap dari pengusaha daging sapi, Maria Elizabeth Liman.
Luthfi juga terbukti menerima janji pemberian duit sebanyak Rp 40 miliar dari PT Indoguna Utama. Sebagian uang tersebut yaitu Rp 1,3 miliar diterima melalui Ahmad Fathanah. Perbuatan Luthfi dipandang telah mencederai kepercayaan rakyat, khususnya pemilih yang mendukung dia duduk menjadi wakil rakyat.
Luthfi terbukti memuluskan Indoguna menjadi perusahaan pemenang tender. (sip)