Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Gerindra DKI Jakarta M. Taufik menjelaskan bahwa keduanya telah memberikan konfirmasi bahwa tak bisa hadir di acara tersebut.
Alasannya adalah karena mereka berdua harus menghadiri acara yang tak bisa ditinggalkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pria yang juga termasuk dalam bakal calon gubernur dari Partai Gerindra tersebut sesumbar siapapun yang nanti dicalonkan oleh Partai Gerindra akan memenangkan Pilkada 2017 yang diadakan di DKI Jakarta.
Delapan orang yang ikut penjaringan kali ini nantinya akan diminta melakukan komunikasi intens dengan warga DKI Jakarta dan dibebaskan melakukan komunikasi dalam bentuk apapun.
Delapan nama tersebut nantinya akan disaring menjadi tiga dan diserahkan ke Dewan Pimpinan Pusat Partai Gerindra untuk digodok lebih lanjut karena Gerindra harus berkoalisi dengan partai lain untuk mencalonkan pasangan calon di Pilgub 2017.
"Gerindra ini hanya memiliki 15 kursi (di DPRD DKI) sedangkan syarat di UU adalah 22 kursi. Jadi kami terbuka untuk berkoalisi dengan siapapun," katanya.
Gerindra sebelumnya telah menggodok delapan nama yang kemungkinan besar akan diusung di Pilgub 2017. Bukan hanya akan mencalonkan gubernur atau wakil gubernur, jika memungkinkan Gerindra ingin pasangan calon yang mereka usung keduanya berasal dari Gerindra.
Delapan nama yang sudah ada di kantong Gerindra dan merupakan hasil rapat akbar DPD Gerindra DKI akhir Desember 2015 lalu adalah Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani, Sandiaga Uno, M. Sanusi, mantan Panglima Kodam Jaya Sjafri Sjamsuddin, Biem Benyamin, Sekretaris Daerah DKI Saefullah, Walikota Bandung Ridwan Kamil, dan Wakil Ketua DPRD DKI M. Taufik.
(meg)