"Ya intinya gini deh, anak saya mati, yang beli kopi dia (Jessica)," ujar Darmawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (28/1).
Meski tidak terus terang menyatakan sosok 'dia' adalah Jessica, Darmawan mengaku 'dia' dalam kalimatnya itu adalah teman Mirna yang memesan kopi di Restoran Olivier, Grand Indonesia Shopping Towns, Jakarta, 6 Januari lalu. Pemesan kopi saat itu ialah Jessica.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Enggak ada, enggak ada apa-apa soal yang lain. Saya tegaskan lagi, enggak ada," ujar Darmawan.
Kepada Siane, Jessica juga mengklaim tak bersalah. Hal ini sama dengan pernyataan yang dilontarkan kuasa hukumnya.
Lihat juga:Siane Sebut Ada Duka di Balik Senyum Jessica |
Jessica tinggal di Australia sejak 2008 dan selama itu jarang pulang ke Indonesia sebab orang tuanya pun menetap di Australia dari tahun 2005.
Jessica baru pulang ke Indonesia pada 5 Desember 2015 untuk mencari pekerjaan. Saat itulah dia, Mirna, dan Hani saling komunikasi dan membuat janji untuk bertemu.
Pertemuan pertama Jesssica dan Mirna di Indonesia berlangsung tanggal 12 Desember 2015. Saat itu Mirna bersama suaminya. Mereka bertiga bertemu di sebuah restoran.
Pertemuan pertama berlanjut dengan pertemuan kedua yang berlangsung di Restoran Olivier. Olivier, menurut Jessica, merupakan tempat yang ditentukan oleh Mirna karena Jessica belum tahu banyak tempat di Jakarta sepulangnya dari Australia.
Di Olivier, Jessica tiba lebih dulu dibanding Mirna dan Hani. Ia tiba diantar sang ayah dua jam sebelum waktu yang ditentukan untuk bertemu.
Jessica lalu memesankan minuman es kopi vietnam untuk Mirna sesuai permintaan Mirna, dan cocktail serta fashioned fazerac untuk dia dan Hani.
Lihat juga:Ayah Mirna: Jessica Bohong ke Saya |