Pertamina Gusur Stadion Demi Perluasan Kilang

Gilang Fauzi, CNN Indonesia | Minggu, 31/01/2016 17:37 WIB
Pertamina Gusur Stadion Demi Perluasan Kilang PT Pertamina (Persero) berencana menggusur 80 hektare lahan untuk perluasan kilang. (ANTARA FOTO/Risky Andrianto)
Jakarta, CNN Indonesia -- Stadion Parikesit, kandang Persiba Balikpapan sejak 1950, menjadi salah satu areal yang bakal kena gusur PT Pertamina (Persero). Stadion yang menjadi saksi kejayaan dan masa-masa sulit Sang Beruang Madu itu masuk dalam rencana perluasan kilang minyak.

Stadion berkapasitas 10 ribu penonton itu masuk dalam 80 hektare lahan gusuran untuk proyek perluasan kilang, yang saat ini berdiri perumahan pegawai Pertamina lengkap dengan fasilitas umum seperti masjid, gereja, dan sekolah.

Humas PT Pertamina (Persero) Balikpapan Dian Hapsari menyatakan, pihaknya akan mengoordinasikan rencana penggusuran dengan pihak-pihak yang terkena dampak rencana perluasan kilang, termasuk dengan pihak pengelola Stadion Parikesit.


"Pekan depan kami akan bertemu dengan Manajemen Persiba," ujar Dian seperti dikutip Antara, Ahad (31/1).



Wilayah yang bakal terkena dampak perluasan kilang terutama berada di lingkungan Karang Anyar, yang terdapat ratusan rumah karyawan, masjid di puncak bukit yang bernama Istiqlal, serta Stadion Parikesit yang lebih dikenal sebagai Stadion Persiba.

Sebagian besar bangunan di wilayah tersebut mulai didirikan paskaberakhirnya Perang Dunia II. Stadion Parikesit sendiri sudah ada sejak Perang Pasifik berakhir. Sementara yang paling muda seperti Gereja Maranatha, misalnya, diresmikan Desember 1969. Di sana terdapat pula rumah-rumah yang menjadi cagar budaya karena arsitekturnya yang khas dari pertengahan abad ke-20.

Dian menyatakan para karyawan akan mendapat rumah pengganti di sejumlah tempat, di antaranya di kaki Gunung Dubbs, dua kilometer dari lokasi penggusuran ke arah selatan. Dian pun memastikan, pihaknya akan segera menggelar rapat dengan Dinas Pariwisata Balikpapan terkai Rumah Cagar Budaya yang juga terkena dampak perluasan kilang.

"Semua akan dikoordinasikan, meskipun semua bangunan itu berdiri di atas lahan Pertamina sendiri," kata Dian.



Pembangunan kilang baru Pertamina di Balikpapan merupakan perluasan dari kilang yang sudah ada. Menurut Dian, penambahan fasilitas itu diharapkan mampu meningkatkan produksi BBM dari 260 ribu barel per hari menjadi 360 ribu barel per hari.

Presiden Joko Widodo telah menargetkan kilang dengan kapasitas 360 ribu barel per hari bisa dapat beroperasi pada 2019. Meski investor dari Jepang, JX Nippon Oil and Energi Corporation akhirnya mundur, Pertamina tetap pada rencana dengan kekuatan modal sendiri untuk membiayai proyek senilai Rp8 triliun tersebut.



(gil/rdk)


ARTIKEL TERKAIT