"Menurut saya tidak bubar, yang bilang siapa?" kata Ical di Kantor Golkar, Jakarta Barat, Kamis (4/2).
Ical yang juga Ketua Presidium KMP ini tidak percaya jika koalisinya bubar. Pasalnya, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto tak pernah menyatakan pembubaran KMP.
Lihat juga:Gerindra: Koalisi Merah Putih Bubar |
Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani sebelumnya menyatakan secara fakta atau de facto KMP telah bubar karena satu persatu partai di dalamnya mendukung pemerintah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Enggak. (Gerindra tidak mendeklarasikan KMP bubar). Saya sudah katakan ke depan kekuatan politik perlu bersama. Perlu membangun ukhuwah parpoliah secara bersama," kata Idrus.
Meski demikian, Sekretaris Jenderal Partai Golkar itu tidak mempermasalahkan kedudukan Partai Gerindra yang menjadi oposisi pemerintah. Menurutnya, bentuk komunikasi politik setiap partai berbeda-beda.
Anggota partai politik yang tergabung dalam KMP yakni Partai Gerindra, Partai Golkar, Partai Amanat Nasional, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Persatuan Pembangunan, mulai menyatakan dukungannya kepada pemerintah.
Diawali pada September tahun lalu, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan menyatakan secara resmi dukungannya ke pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla.
Sikap mendukung pemerintah ini disusul Partai Golkar sebagaimana keputusan Rapimnas yang diselenggarakan pada akhir Januari lalu.
Lihat juga:Golkar Resmi Dukung Pemerintahan Jokowi |
Terakhir, PPP kubu Djan Faridz berdasarkan keputusan dewan pengurus partai hasil Muktamar Jakarta yang diambil melalui Rapat Pimpinan nasional (Rapimnas), Jumat pekan lalu menyatakan dukungannya kepada pemerintah.
Praktis partai yang tidak secara resmi mendukung pemerintah hanya tersisa Partai Gerindra dan PKS. Meski nama terakhir sempat bertandang ke Istana Negara untuk bertemu Presiden Joko Widodo pada akhir Desember tahun lalu. (sur)