Hary Tanoe Laporkan Jaksa Agung ke Bareskrim

Rinaldy Sofwan, CNN Indonesia | Jumat, 05/02/2016 14:08 WIB
Politikus Hary Tanoesoedibjo melaporkan Jaksa Agung Muhammad Prasetyo dan jaksa Yulianto ke Mabes Polri atas tuduhan pencemaran nama baik. Politikus Hary Tanoesoedibjo melaporkan pejabat Kejaksaan Agung dengan tuduhan pencemaran nama baik. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pengusaha sekaligus politikus Hary Tanoesoedibjo melaporkan Jaksa Agung Muhammad Prasetyo dan Jaksa Kepala Subdirektorat Penyidikan Tindak Pidana Korupsi Yulianto ke Badan Reserse Kriminal Mabes Polri atas tuduhan pencemaran nama baik. Hary mengatakan laporan dibuat karena tak terima disebut mengancam jaksa melalui pesan singkat.

Hary mengakui telah mengirim pesan singkat kepada Yulianto, namun menurutnya itu bukan bentuk ancaman. 
"Semua yang saya sampaikan adalah visi politik saya," kata Hary, Jumat (5/2). 

Pengacara Hary, Hotman Paris Hutapea, mengatakan laporan dibuat atas nama pribadi dan bukan perusahaan.  "Ada dua laporan yang dibuat. Dasar laporannya dugaan pencemaran nama baik, fitnah, dan keterangan palsu," kata Hotman.
Hotman mengatakan Prasetyo dan Yulianto melanggar pasal 310, 311 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana atau pasal 27 ayat 3 Undang-Undang Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Laporan itu diformalkan dengan surat nomor LP/134/II/2016/Bareskrim dan LP/135/II/2016/Bareskrim. 


Prasetyo dilaporkan karena saat menggelar rapat dengan Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat dia mengaku menerima pesan singkat dari Hary Tanoe yang dianggap sebagai sebuah ancaman. Sementara Yulianto, sebelumnya, telah melaporkan Hary Tanoesoedibjo ke Bareskrim Polri, pada Kamis 28 Januari 2016 terkait ancaman tersebut. 

Yulianto menjelaskan dirinya sedang menangani kasus dugaan korupsi pada restitusi (ganti kerugian) pajak yang diajukan PT Mobile-8 Telecom Tbk periode 2007-2009. Pada saat korupsi terjadi, saham mayoritas perusahaan tersebut dipegang oleh Hary.  
Pada awal Januari lalu, kata Yulianto, dirinya mendapatkan pesan singkat menggunakan aplikasi Whatsapp yang bernada mengancam dari nomor yang tidak dikenal. Setelah dilihat foto profil pengirim pesan, dia menduga orang tersebut adalah Hary. 

Pesan tersebut isinya:
Mas Yulianto kita buktikan siapa yang salah dan siapa yang benar, siapa yang profesional dan siapa yang preman. 
Anda harus ingat kekuasan tak akan langgeng, saya masuk politik karena ingin membuat Indonesia maju dalam arti yang sesungguhnya, termasuk penegakan hukum yang profesional, tidak transaksional, tidak bertindak semena mena demi popularitas, dan abuse of power. 

Suatu saat saya akan jadi pimpinan negeri ini, di situlah saatnya Indonesia akan berubah dan dibersihkan dari hal hal yang tidak sebagaimana mestinya. Kasihan rakyat yang miskin makin banyak sedangkan yang lain berkembang dan makin maju. 

 
(yul)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK